Sejarah
Singkat Munculnya Menu Ayam Goreng Tepung ala 'Fried Chicken'
Chef kondang Gabriel Pryce menguraikan sejarah
singkat menu Fried Chicken dari pedalaman selatan AS yang kini menjadi fenomena
global.
Sekarang
makin banyak lho menu ayam goreng tepung dibikin sangat mewah oleh restoran
spesialis fine dining. Tiap menu ayam goreng tepung [atau di Indonesia akrab
disebut gaya "fried chicken" karena perkara banyak waralaba malas
menerjemahkan-red]disinggung-singgung dalam pembicaraan tentang fine dining,
muncul pendapat restoran-restoran kelas atas berbagai negara mulai mengangkat
derajat masakan rendahan tersebut ke marwah lebih tinggi. Padahal, kalau
ditilik lebih lanjut, ide membuat “fried chicken versi mahal” sebenarnya
mengingkari sejarah kultural lahirnya menu ayam goreng tepung.
Saat saya dan teman-teman membuka Rita’s pada 2013 [ini cabang London Timur yang
tutup pada 2016 lalu], kami tak bermaksud menaikkan kelas makanan siap saji ke
level yang lebih tinggi—misalnya dengan menaruh foie gras (hati angsa) pada
sebuah burger atau menyajikan hotdog dengan daging binatang langka. Yang kami
lakukan adalah memasak southern fried chicken sehormat-hormatnya. Harapannya,
kami bisa menyajikan masakan tersebut semirip mungkin dengan cara penduduk
kawasan selatan Amerika Serikat memasaknya dulu.
Fried chicken tak langsung muncul sebagai salah
satu menu dalam restoran makanan siap saji, apalagi menjadi fenomena global
seperti 50 tahun terakhir. Sajian satu ini berasal dari sebuah tempat yang
sangat menghargai proses pembuatan makanan dan apa saja yang dilahap
penduduknya. Fried chicken lahir di kawasan selatan Amerika Serikat pada abad
ke-18. Di awal kemunculannya, fried chicken tak disantap tiap hari. Fried
chicken adalah makanan yang sakral dan hanya dimasak untuk hari-hari spesial.
Sialnya,
bagian sakralitas yang disingkirkan oleh waralaba makanan siap saji. Makanya,
kami memantapkan diri untuk kembali menggali asal-usul fried chicken yang
sebenarnya luar biasa indah.
Ada
banyak versi fried chicken dari seluruh dunia, contohnya di kawasan
selatan Cina dan Korea, yang jauh berbeda dari apa yang
kamu temukan di Restoran saya, Rita’s, di masa keemasannya. Coba kalian datangi
restoran kondang seperti Clutch, Chicken Shop, atau belakangan Red
Rooster sebagai
pembanding. Ayam goreng tepung yang kami sajikan adalah menu fried chicken yang
resepnya kami gali dari kawasan selatan AS.
Fried
chicken adalah makanan yang lahir dari migrasi yang terjadi di kawasan itu.
Pemilik tanah berkulit putih dan memiliki darah Skotlandia waktu itu membawa budak dari
kawasan barat Afrika. Baik Skotlandia dan kawasan barat Afrika punya kebiasaan
menggoreng ayam. Meski kondisi hidup yang memilukan dan strata sosial yang kaku
bisa saja menghalangi perpaduan kebudayaan dari dua kawasan tersebut, di ranah
kuliner, terjadi pengecualian. Ini yang melahirkan fried chicken ala kawasan
selatan AS.
Ledakan bisnis penjualan fried chicken erat
kaitannya dengan kemunculan kelas pekerja di Negeri Paman Sam. Jenis makanan
yang dimasak oleh kelas ini dipengaruhi oleh kondisi di sekitar lingkungan
mereka dan warisan kuliner nenek moyang mereka. Seiring ditutupnya kawasan
pertanian di kawasan selatan AS, penduduk AS membentuk keluarga dan hidup di
rumah masing-masing, di mana fried chicken bisa disajikan sebagai lauk makanan
setiap orang.
Pada saat Great Depression melanda Negeri Paman
Sam, restoran-restoran di sana mulai menjajakan fried chicken. Di masa itu
pulalah, KFC mulai menjajaki rencananya untuk mendominasi penjualan fried
chicken global. Waralaba ayam goreng ternama ini mulanya didirikan dengan nama
Sanders Court & Café pada 1930. Nama Sanders sendiri diambil nama
pendirinya Garland Sander. Berselang 22 tahun kemudian, KFC membuka franchise
pertamanya di Utah, yang juga menandai ekspansi KFC ke Benua Eropa dan Inggris.
Masuknya KFC ke Eropa adalah sebuah berkah
lantaran membuka jalan bagi waralaba ayam goreng lainnya semisal Chicken
Cottages, Chicken Coops, Big Portions, Morley’s dan PFC yang cabang-cabang kini
bertebaran di Inggris.
Saat ini, kita sedang hidup di era post-Chicken
Cottage yang menekankan penggalian terhadap bentuk orisinal sebuah
masakan—tentunya masakan yang punya nilai integritas tinggi. Saya pernah
tinggal di AS selama enam tahun. Selama bermukim di sana, saya terbiasa melahap
fried chicken ala kawasan selatan AS.
Ketika saya kembali melancong ke sana, susah
sekali menemukan fried chicken yang dimasak dengan benar. Bagi saya, ini
menandakan adanya ruang kosong dalam ketersedian makanan—dalam hal ini fried
chicken—yang berkualitas. Dan, saya pikir, London perlu punya tempat yang
menjajakan fried chicken yang lezat dan dimasak sesuai kodratnya.
Di Rita’s, kami menjajal sejumlah resep fried
chicken klasik. Ada resep southern fried chicken, fried chicken setengah
matang, Buffalo Wing ala Amerika yang rasanya Amerika banget padahal kami
memakai bumbu-bumbu masakan asia. Lalu, kamu juga mencoba resep soy dan ginger
wing Asia. bahkan, kami sempat berikhtiar memasak fried chicken yang dilengkapi
roti isi.
Fried chicken
bisa dijumpai di seluruh penjuru dunia. Sebagai seorang chef, saya benar-benar
mencintai masakan ini karena sifatnya yang non-kompetitif. Maksudnya begini,
cara saya bikin fried chicken tak harus lebih jelek dan kalah jauh dibanding
cara koki di Restoran Bao atau cara seorang ayah di Tangerang Selatan memasak
ayam goreng tepung. Ini adalah makanan universal yang sudah diinterpretasikan selama
berabad-abad lamanya di seluruh penjuru Bumi.
Secara pribadi, saya bisa saja menobatkan southern fried chicken sebagai makanan paling maknyus sejagat. Namun, itu akan mengingkari satu fakta bahwa fried chicken punya banyak bentuk dan bisa ditemui di mana-mana. Contohnya, roti kukus fried chicken di restoran BAO. mereka juga punya menu karaage fried chicken. Sementara, Chiltern Firehouse punya buttermilk fried chicken, dan beberapa restoran makanan Cina langgananku juga menyajikan fried chicken.
Intinya sih, kalian tak bisa menemukan penemu menu masakan 'sederhana' ini. Yang bisa kita lakukan adalah menyantap fried chicken sebagaimana koki restoran yang kita datangi memasaknya.
Sumber :
https://www.vice.com/amp/id/article/mbwv7b/sejarah-singkat-munculnya-menu-ayam-goreng-tepung-ala-fried-chicken.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar